1️⃣

K-Pop Generasi Pertama (1990-an hingga Awal 2000-an): Para Pelopor yang Membangun Sebuah Industri

K-Pop2026
✍️ Tim Editorial KoreaPlus🔄 Diperbarui 2026-06-20✓ Diperiksa untuk 2026

Sebelum ada stadion dunia dan playlist berstreaming miliaran, ada sekelompok kecil pelopor yang mengubah musik pop Korea menjadi kekuatan budaya. Antara awal 1990-an dan awal 2000-an, segelintir artis perintis menciptakan cetak biru yang masih diikuti setiap grup idol modern: pelatihan, koreografi, fandom berkode warna, dan ambisi yang menaklukkan segalanya. Inilah kisah K-pop generasi pertama — di mana semuanya bermula, siapa yang menyalakan apinya, dan mengapa nama-nama ini masih berarti bagi penggemar di seluruh dunia.

🎤 Percikan Api: Seo Taiji and Boys (1992)

Sebagian besar sejarawan menelusuri fajar K-pop modern hingga ke Seo Taiji and Boys, sebuah trio yang debut pada April 1992 dengan lagu "Nan Arayo" ("I Know"). Pada penampilan televisi pertama mereka, dewan juri secara terkenal memberi mereka salah satu skor terendah malam itu — namun publik sama sekali tidak sependapat. "Nan Arayo" memuncaki tangga lagu dan bertahan di sana selama rentang minggu yang menakjubkan, terjual sangat laris dan mengubah arah musik populer Korea nyaris dalam semalam.

Yang membuat mereka revolusioner adalah sound dan sikapnya. Dengan menarik inspirasi dari hip-hop, new jack swing, dan rock Amerika, lalu memadukannya dengan dansa dinamis dan lirik yang berfokus pada kaum muda, Seo Taiji and Boys berbicara langsung kepada remaja Korea dengan cara yang tak pernah dilakukan oleh kalangan mapan balada-dan-trot yang lebih tua. Grup ini beranggotakan Yang Hyun-suk, yang kelak mendirikan YG Entertainment, menegaskan betapa fundamentalnya momen ini. Meski Seo Taiji and Boys bukan "grup idol" dalam arti sistem trainee, mereka membuktikan adanya pasar kaum muda yang besar dan haus — penemuan yang akan segera menjadi landasan dibangunnya industri idol.

🌟 Idol Pertama: H.O.T. dan Lahirnya Sebuah Sistem (1996)

Jika Seo Taiji and Boys menyalakan sumbunya, H.O.T. membangun mesinnya. Debut pada 7 September 1996 di bawah pendiri SM Entertainment, Lee Soo-man, grup beranggotakan lima orang ini (namanya kependekan dari "Highfive Of Teenagers") secara luas dianggap sebagai grup idol K-pop sejati pertama. Album debut mereka, We Hate All Kinds of Violence, menjadi blockbuster, dan hit-hit lanjutan seperti "Candy" menjadikan mereka fenomena nasional.

H.O.T. penting karena cara mereka dibentuk. Alih-alih sebuah band yang terbentuk secara alami, mereka sengaja dirakit, dilatih, dan dikemas — diaudisi untuk penampilan dan bakat, digembleng dalam menyanyi dan menari, lalu dipasarkan sebagai produk yang utuh. "Manufaktur" grup yang disengaja ini, dipadukan dengan koreografi yang sinkron, penataan gaya yang terkoordinasi, dan citra publik yang dikelola dengan cermat, menjadi cetakan yang dikenal sebagai sistem idol. Hampir setiap grup yang menyusul, selama beberapa dekade, akan dibentuk berdasarkan model yang ditetapkan H.O.T.

⚔️ Rival dan Formasi: Sechs Kies, S.E.S, Fin.K.L, dan Baby V.O.X

Sebuah industri membutuhkan persaingan, dan akhir 1990-an menghadirkannya. Agensi rival DSP meluncurkan grup pria beranggotakan enam orang, Sechs Kies, pada 1997, menyiapkan salah satu rivalitas fandom besar pertama K-pop — H.O.T. melawan Sechs Kies — yang menentukan era itu bagi banyak remaja.

Grup-grup wanita hadir secara serentak pada saat yang sama. SM Entertainment mendebutkan S.E.S pada 1997, yang secara luas dianggap sebagai grup wanita besar pertama agensi tersebut dan menjadi tolok ukur formula "grup wanita beranggotakan tiga orang". DSP menjawab dengan Fin.K.L pada Mei 1998, dan rivalitas S.E.S melawan Fin.K.L mencerminkan pertarungan para grup pria. Sementara itu, Baby V.O.X, yang dibentuk oleh DR Music dan debut pada Juli 1997, berkembang menjadi salah satu grup wanita yang lebih dewasa dan berwawasan internasional pada masa itu, kemudian menemukan penggemar di pasar seperti Tiongkok. Bersama-sama, artis-artis ini membuktikan bahwa formula idol berhasil lintas gender dan agensi — dan bahwa Korea mampu menopang beberapa grup bintang sekaligus.

🛡️ Ketahanan dan Kehangatan: Shinhwa dan g.o.d

Dua grup lagi melengkapi generasi pertama dan meninggalkan warisan yang teramat dalam. Shinhwa, grup pria beranggotakan enam orang, debut di bawah SM Entertainment pada 24 Maret 1998. Yang membedakan Shinhwa adalah daya tahannya: melewati pergantian agensi dan tuntutan wajib militer, mereka mempertahankan formasi yang sama dan terus tampil jauh lebih lama daripada hampir semua rekan seangkatannya, menyandang reputasi sebagai salah satu grup idol terlama dalam sejarah K-pop.

Nama lain yang dicintai adalah g.o.d (sering dipanjangkan menjadi "Groove Over Dose"), grup beranggotakan lima orang yang debut pada Januari 1999 di bawah SidusHQ. Dengan citra yang lebih hangat dan membumi serta lagu-lagu yang relatable dan bercerita seperti "Lies" dan "One Candle," g.o.d menjadi salah satu artis paling dominan secara komersial di pergantian milenium dan tetap menjadi favorit nostalgia bagi satu generasi penggemar Korea.

🎈 Fandom: Balon Putih, Klub Penggemar, dan Warna Resmi

K-pop generasi pertama tidak hanya menciptakan bintang — ia menciptakan fandom terorganisasi, bisa dibilang penemuannya yang paling abadi. Agensi mendirikan klub penggemar resmi dengan keanggotaan terdaftar, dan setiap grup besar mengadopsi warna resmi agar para pendukung dapat mengenali idol mereka di tengah lautan penggemar. Contoh paling melegenda adalah warna putih milik H.O.T.: klub penggemar mereka dikenal sebagai Club H.O.T., dan arena akan dipenuhi balon dan jas hujan putih. Penggemar Sechs Kies menjawab dengan kuning, dan benturan visual antara kedua warna ini menjadi gambar ikonik era tersebut.

Praktik-praktik ini meletakkan fondasi bagi segala sesuatu yang menyusul — dari light stick masa kini hingga kampanye streaming dan voting yang terkoordinasi secara global yang menggerakkan fandom modern.

📜 Warisan: Mengapa Generasi Pertama Masih Penting

Sekitar 2001 hingga 2003, gelombang pertama sebagian besar telah mereda. H.O.T. bubar pada 2001, dan beberapa grup perintis lainnya rehat atau berpisah ketika para anggota menjalani wajib militer atau menekuni karier solo. Namun pengaruh mereka tidak pernah pudar. Sistem pelatihan-dan-idol yang mereka validasi, budaya klub penggemar yang mereka ciptakan, dan bukti bahwa pop Korea mampu memikat audiens massal yang setia, semuanya langsung diteruskan ke generasi kedua — TVXQ, BIGBANG, Girls' Generation, Wonder Girls — dan seterusnya hingga raksasa global masa kini.

Perlu dicatat bahwa "generasi" K-pop adalah istilah informal milik penggemar-dan-media, bukan sistem resmi, dan batasan persisnya (serta label seperti "generasi kelima") memang benar-benar diperdebatkan. Yang tidak diperdebatkan adalah pentingnya para pelopor ini. Banyak di antaranya juga masih aktif pada 2024–2026 melalui reuni, peringatan ulang tahun, dan rilisan baru — sebuah pengingat bahwa fondasi K-pop dituangkan pada 1990-an, dan fondasi itu bertahan dengan sangat baik.

❓ FAQ

Siapa yang dianggap sebagai grup idol K-pop pertama?

H.O.T., yang debut di bawah SM Entertainment pada 7 September 1996, secara luas dianggap sebagai grup idol K-pop sejati pertama. Mereka sengaja dirakit, dilatih, dan dipasarkan sebagai satu paket, menetapkan cetakan "sistem idol" yang diikuti grup-grup berikutnya. Banyak sejarawan juga mengakui Seo Taiji and Boys (1992) sebagai percikan yang memulai K-pop modern, meski mereka bukan grup idol dalam arti sistem trainee.

Apa sebenarnya arti K-pop 'generasi pertama'?

Itu adalah label informal, yang digunakan penggemar dan media, untuk era perintis K-pop yang berlangsung kira-kira dari pertengahan 1990-an hingga awal 2000-an — periode grup-grup seperti H.O.T., Sechs Kies, S.E.S, Fin.K.L, Shinhwa, g.o.d, dan Baby V.O.X. Sistem "generasi" ini tidak resmi, dan batasan persis antargenerasi diperdebatkan.

Agensi mana yang menghasilkan grup-grup generasi pertama?

SM Entertainment adalah kekuatan dominan, menghasilkan H.O.T., S.E.S, dan Shinhwa. DSP menciptakan Sechs Kies dan Fin.K.L, dua rival terbesar SM. g.o.d debut di bawah SidusHQ, dan Baby V.O.X dibentuk oleh DR Music. Beberapa perusahaan ini masih aktif di industri K-pop hingga hari ini.

Mengapa H.O.T. diasosiasikan dengan warna putih?

Putih adalah warna penggemar resmi H.O.T., yang digunakan klub penggemar mereka (Club H.O.T.) agar para pendukung dapat mengenali grup tersebut di konser — secara terkenal melalui balon dan jas hujan putih yang memenuhi arena. Grup rival Sechs Kies menggunakan warna kuning, dan benturan kedua warna itu menjadi salah satu gambar paling ikonik dari budaya fandom generasi pertama. Warna resmi dan klub penggemar ini mempelopori sistem fandom terorganisasi yang menjadi ciri khas K-pop.

Apakah ada grup K-pop generasi pertama yang masih aktif?

Ya. Shinhwa dirayakan sebagai salah satu grup idol terlama, karena mempertahankan formasinya tetap utuh selama bertahun-tahun, dan beberapa artis perintis telah melanjutkan atau bereuni. Per 2024–2026, grup-grup generasi pertama tetap aktif melalui acara peringatan ulang tahun, penampilan reuni, dan proyek baru, menjaga warisan era tersebut tetap hidup bagi penggemar lama maupun baru.

🎤 Sejarah K-pop lainnya

🏨 Where to stay in Seoul
Affiliate link — we may earn a small commission at no extra cost to you. It helps keep KoreaPlus free.