πŸ‡°πŸ‡·

Itinerary 7 Hari Keliling Korea: Seoul dan Busan

7 dΓ­as
✍️ Tim Editorial KoreaPlusπŸ”„ Diperbarui 2026-06-20βœ“ Diperiksa untuk 2026

Perjalanan pertama ke Korea dan hanya punya satu pekan? Rute 7 hari ini memadukan yang terbaik dari dua kota besar Korea: empat hari di Seoul untuk meresapi istana, kuliner, dan budaya pop, lalu lompatan dengan kereta cepat KTX menuju Busan, kota pesisir di selatan, dengan pantai, pasar ikan, dan perkampungan warna-warninya. Ini itinerary yang seimbang, tanpa zigzag tak masuk akal, dan dirancang agar kamu membawa pulang esensi Korea tanpa rasa kewalahan. Catat baik-baik: berikut rencananya hari demi hari, lengkap dengan rekomendasi kuliner.

Hari 1: Tiba di Seoul dan Perkenalan Pertama dengan Kota

Setelah mendarat dan menaruh koper di penginapan, luangkan pagi untuk menyesuaikan diri dengan berjalan-jalan di distrik Myeongdong (λͺ…동), jantung perbelanjaan terbesar Seoul, ideal untuk membiasakan diri dengan jalan pejalan kaki yang penuh toko kosmetik dan gerai jajanan. Sore hari, naiklah ke kaki Gunung Namsan dan tumpangi kereta gantung menuju N Seoul Tower (Menara Namsan), tempat kamu memperoleh panorama lengkap pertama atas megakota ini; carilah gembok cinta yang termasyhur di terasnya. Saat malam tiba, kembalilah ke Myeongdong dan biarkan dirimu hanyut dalam suasananya: inilah tempat sempurna untuk makan malam santai pertama sambil mencicipi tteokbokki (떑볢이), kue beras pedas dalam saus merah, serta hotteok yang baru digoreng, panekuk berisi gula dan kayu manis yang dijual di pinggir jalan. Hari yang tenang untuk melawan jet lag tanpa melewatkan energi malam Seoul.

Hari 2: Istana Kerajaan dan Seoul yang Tradisional

Mulailah pagi-pagi di Istana Gyeongbokgung (경볡ꢁ), yang terbesar dan paling ikonis dari lima kediaman kerajaan Dinasti Joseon; jika datang tepat waktu, kamu bisa menyaksikan upacara pergantian penjaga di depan gerbang utama. Manfaatkan momen ini seperti banyak wisatawan yang menyewa hanbok, busana tradisional Korea, untuk berjalan-jalan di halamannya. Menjelang siang, menyeberanglah ke Bukchon Hanok Village (λΆμ΄Œν•œμ˜₯λ§ˆμ„) di dekatnya, labirin gang dengan rumah tradisional beratap melengkung dan pemandangan indah kota lama berlatar kota modern. Sore hari, turunlah ke Insadong (인사동), jalan galeri seni, rumah teh, serta toko kerajinan dan kaligrafi, pas untuk membawa pulang oleh-oleh autentik. Tutup hari dengan makan malam bibimbap (λΉ„λΉ”λ°₯), semangkuk nasi dengan sayuran, daging, telur, dan pasta gochujang yang kamu aduk sendiri: klasik wajib dari masakan Korea.

Hari 3: Budaya-K, Belanja, dan Malam di Gangnam serta Hongdae

Luangkan pagi untuk sisi lain Seoul dengan menyeberangi Sungai Han ke selatan, ke distrik Gangnam (강남), yang masyhur di seluruh dunia lewat lagunya dan sebagai etalase kemewahan serta budaya pop Korea; berjalanlah di K-pop Avenue di COEX dan singgahlah ke Starfield Library yang spektakuler dengan rak buku setinggi beberapa lantai. Awal sore, mampirlah ke kawasan Apgujeong dan distrik agensi hiburan jika kamu penggemar K-pop. Menjelang senja, ubah total ritmenya dan menujulah ke Hongdae (ν™λŒ€), distrik mahasiswa paling hidup di kota ini, penuh pertunjukan musik dan tari jalanan, toko independen, serta bar. Untuk makan malam, cobalah barbeku Korea atau samgyeopsal (μ‚Όκ²Ήμ‚΄): perut babi yang kamu panggang sendiri di meja lalu dibungkus daun selada bersama bawang putih dan saus. Malam di Hongdae termasuk yang paling seru di Seoul.

Hari 4: Sejarah Modern, Pasar, dan Perpisahan dengan Seoul

Mulailah pagi di Istana Changdeokgung (창덕ꢁ), Warisan Dunia, yang termasyhur karena Taman Rahasianya (Huwon), oase kolam dan paviliun yang sangat memesona. Setelah itu, susuri anak sungai Cheonggyecheon (μ²­κ³„μ²œ), kanal yang direstorasi di tengah kota dan mengajak berjalan di tepi air. Saat siang, larutlah dalam keramaian Pasar Gwangjang (κ΄‘μž₯μ‹œμž₯), salah satu pasar jajanan tertua di kota: cicipi langsung di tempat bindaetteok, panekuk renyah dari kacang hijau, dan mayak gimbap, gulungan nasi yang bikin 'ketagihan'. Sore hari, naiklah ke titik pandang Sungai Han dari Taman Yeouido atau bersantailah di salah satu taman tepi sungainya. Sisakan malam untuk makan malam istimewa terakhir: semangkuk panas sundubu-jjigae (μˆœλ‘λΆ€μ°Œκ°œ), sup tahu lembut dan makanan laut yang disajikan mendidih, untuk berpamitan dengan ibu kota sebelum melaju ke selatan.

Hari 5: KTX ke Busan dan Jalan-Jalan Pesisir Pertama

Pagi hari, menujulah ke Stasiun Seoul dan tumpangi kereta cepat KTX, yang dalam waktu sekitar dua setengah jam akan mengantarmu ke Busan (λΆ€μ‚°), kota pelabuhan besar di selatan. Setelah menaruh barang, langsung naiklah ke Gamcheon Culture Village (κ°μ²œλ¬Έν™”λ§ˆμ„) yang penuh warna, bekas perkampungan lereng yang disulap menjadi mozaik rumah cat, mural, dan gang dengan titik pandang memukau ke arah laut; inilah tempat paling fotogenik di kota ini. Sore hari, turunlah ke Pasar Ikan Jagalchi (μžκ°ˆμΉ˜μ‹œμž₯), pasar makanan laut terbesar di Korea, tempat kamu bisa melihat hasil tangkapan hari itu dan naik ke lantai atas untuk menyantap hoe (회), ikan mentah ala Korea, atau sepiring makanan laut yang menghangatkan. Akhiri hari dengan menyusuri kawasan pelabuhan dan menikmati udara asin: Busan punya ritme yang lebih santai dan terang dibanding Seoul.

Hari 6: Pantai, Kuil Tepi Laut, dan Budaya Busan

Luangkan pagi untuk pantai Haeundae (ν•΄μš΄λŒ€), yang paling termasyhur di Busan, pas untuk berjalan di pasir dan sarapan berlatar laut; di dekatnya kamu bisa menyusuri jalur pesisir Tanjung Dongbaek. Menjelang siang, mampirlah ke kuil menakjubkan Haedong Yonggungsa (해동 μš©κΆμ‚¬), salah satu dari sedikit kuil Buddha di Korea yang dibangun tepat di tepi tebing, dengan ombak menghantam di bawah paviliunnya: pemandangan tak terlupakan. Sore hari, kembalilah ke pusat kota dan naiklah ke kawasan Gwangalli (κ΄‘μ•ˆλ¦¬) untuk menikmati jembatan besar Gwangan, terutama indah saat senja ketika lampunya menyala. Untuk makan malam, cobalah hidangan khas Busan, dwaeji-gukbap (돼지ꡭλ°₯), sup nasi babi yang mengenyangkan dan menjadi sajian andalan kota ini, ditemani daun bawang dan saus udang asin. Hari yang memadukan alam, spiritualitas, dan kuliner terbaik selatan.

Hari 7: Pagi Terakhir di Busan dan Kepulangan

Manfaatkan pagi terakhir untuk pengalaman tenang sebelum kembali. Jika ingin alam dan pemandangan, susuri jalur pesisir Taman Taejongdae (νƒœμ’…λŒ€) di ujung Pulau Yeongdo, dengan tebing, mercusuar, dan panorama laut lepasnya. Jika lebih suka suasana kota dan belanja menit terakhir, berjalanlah di distrik Seomyeon (μ„œλ©΄) yang ramai, pusat denyut Busan yang penuh kafe dan toko, pas untuk memburu oleh-oleh terakhir. Saat siang, berpamitanlah dengan Korea lewat semangkuk milmyeon (λ°€λ©΄), mi gandum dingin dalam kuah yang justru lahir di Busan, resep menyegarkan dan sangat lokal. Setelah itu, tergantung jadwal pesawatmu, kamu bisa naik KTX kembali ke Seoul untuk terhubung dengan Bandara Incheon, atau terbang langsung dari Bandara Gimhae, menutup satu pekan yang lengkap menjelajahi yang terbaik dari Korea Selatan.

πŸ’‘ Tips

🏨 Where to stay in Seoul
Affiliate link β€” we may earn a small commission at no extra cost to you. It helps keep KoreaPlus free.

❓ Pertanyaan umum

Apakah 7 hari cukup untuk menjelajahi Seoul dan Busan?

Cukup. Tujuh hari ideal untuk perjalanan pertama: memungkinkanmu mencurahkan sekitar empat hari untuk Seoul (istana, distrik tradisional, budaya-K, dan pasar) serta dua atau tiga hari untuk Busan (pantai, kuil tepi laut, dan kuliner). Kamu memang tak akan melihat segalanya, tetapi akan menangkap esensi Korea tanpa terburu-buru.

Bagaimana cara bepergian dari Seoul ke Busan?

Cara paling nyaman dan cepat adalah kereta cepat KTX, yang menghubungkan kedua kota dalam waktu sekitar dua setengah jam. Berangkat dari Stasiun Seoul dan tiba di Stasiun Busan yang terhubung sangat baik dengan metro. Tepat waktu, nyaman, dan pilihan terbaik untuk itinerary ini.

Kapan waktu terbaik menjalankan itinerary Korea ini?

Musim semi dan musim gugur adalah yang paling menyenangkan: di musim semi bunga sakura bermekaran, dan di musim gugur lanskap berubah merah keemasan, dengan suhu sejuk yang ideal untuk berjalan kaki. Musim panas terasa gerah dan lembap, meski sempurna untuk pantai-pantai Busan, sedangkan musim dingin dingin tetapi sangat cerah.

Sesuaikan itinerary ini

AI menyusun ulang sesuai tanggalmu, gratis.