Suncheon adalah jantung hijau Provinsi Jeollanam-do, sebuah kota slow-travel yang dibangun di sekitar salah satu lahan basah pesisir terhebat di dunia.
Suncheon adalah jantung hijau Provinsi Jeollanam-do, sebuah kota slow-travel yang dibangun di sekitar salah satu lahan basah pesisir terhebat di dunia. Hamparan alang-alang tak berujung berpendar keemasan saat matahari terbenam di atas Teluk Suncheon, bangau bertudung berputar-putar setiap musim dingin, dan Taman Nasional pertama Korea bermekaran tak jauh dari sana. Tambahkan desa berbenteng era Joseon yang masih dihuni dan lokasi syuting film retro yang luas, dan Anda mendapatkan salah satu pelarian bertema alam paling memuaskan di negeri ini.
🗓️ Terbaik: Apr–Mei & Sep–Nov🗣️ Bahasa Korea💱 KRW (₩)⏱️ 2–3 hari🚄 KTX/bus dari Seoul
🏯 Tempat wisata
📍
Cagar Lahan Basah Teluk Suncheon
순천만습지
Muara pasang surut yang luas ini menyimpan hamparan alang-alang pesisir terbesar di Korea dan ditetapkan sebagai Cagar Biosfer UNESCO serta lahan basah Ramsar. Jembatan papan kayu membentang menembus alang-alang menuju hamparan lumpur pasang surut, tempat ikan glodok dan kepiting biola berlarian serta puluhan ribu burung migran, termasuk bangau bertudung yang terancam punah, berkumpul di musim dingin.
📍
Observatorium Yongsan
용산전망대
Pendakian selama 40-50 menit ke atas bukit Yongsan dari jembatan papan lahan basah menghadirkan pemandangan ikonik Suncheon: kanal pasang surut berbentuk S dan pulau-pulau kecil alang-alang melingkar di Teluk Suncheon yang seolah membara saat matahari terbenam. Inilah tempat yang paling banyak difoto di kota ini dan layak untuk Anda sesuaikan waktu kunjungannya dengan golden hour.
🌳
Taman Nasional Suncheonman
순천만국가정원
Ditetapkan pada tahun 2015 sebagai taman nasional pertama Korea, taman raksasa ini terbentang di area sekitar 920.000 meter persegi dengan ratusan spesies pohon dan ratusan ribu bunga. Bagian-bagian bertema menciptakan kembali gaya khas negara Belanda, Prancis, Italia, Tiongkok, Jepang, dan lainnya di sekitar Taman Danau di tengahnya.
📍
Lokasi Syuting Film Terbuka Suncheon
순천드라마촬영장
Sebagai salah satu lokasi syuting film terbuka terbesar di Korea, kompleks di lereng bukit ini dengan setia menciptakan kembali pusat kota Suncheon era 1960-an, permukiman kumuh era 1970-an, dan jalanan Seoul era 1980-an dengan sekitar 200 bangunan. Banyak sekali film dan drama Korea telah disyuting di sini, dan pengunjung dapat menyewa seragam sekolah retro serta menyusuri lorong-lorong nostalgia.
🏰
Desa Tradisional Naganeupseong
낙안읍성
Sebuah kota berbenteng era Joseon yang luar biasa utuh, dikelilingi tembok benteng batu yang bagian atasnya bisa Anda jelajahi dengan berjalan kaki. Lebih dari sekadar museum, ini adalah desa yang masih hidup tempat keluarga petani masih menempati rumah-rumah beratap jerami tradisional, menjadikannya salah satu jendela paling autentik untuk melihat kehidupan Korea lama di mana pun.
🏛️
Museum Ekologi Teluk Suncheon & Sky Cube
순천만 스카이큐브
Sky Cube yang ramah lingkungan adalah PRT kecil bergaya monorel tanpa pengemudi yang meluncur antara Taman Nasional dan lahan basah hanya dalam beberapa menit, menghemat perjalanan jauh dengan berjalan kaki atau berkendara bagi pengunjung. Pusat edukasi ekologi di lahan basah menjelaskan ekologi pasang surut teluk dan burung-burung migran sebelum Anda menuju jembatan-jembatan papan.
📍
Kuil Songgwangsa
송광사
Tersembunyi di tengah hutan Gunung Jogyesan, Songgwangsa adalah salah satu dari 'Tiga Kuil Permata' Buddhisme Korea, yang mewakili komunitas para biksu (Sangha). Didirikan lebih dari 800 tahun lalu, kuil ini tetap menjadi biara pelatihan Seon (Zen) utama dengan aula-aula yang tenang, gerbang-gerbang kuno, dan jalur pendakian hutan yang menawan.
📍
Kuil Seonamsa
선암사
Di lereng timur Gunung Jogyesan, Seonamsa adalah kuil yang tenteram yang tercatat dalam daftar Warisan Dunia UNESCO sebagai salah satu Sansa, biara pegunungan Buddha di Korea. Seungseongyo-nya yang anggun, jembatan batu melengkung berusia berabad-abad, termasuk yang paling indah di negeri ini, terutama saat dibingkai oleh bunga-bunga musim semi.
⛩️
Taman Provinsi Gunung Jogyesan
조계산도립공원
Taman provinsi berhutan ini menghubungkan Songgwangsa dan Seonamsa melalui jalur punggung bukit yang sudah sering dilalui, menjadikannya favorit di kalangan pendaki Korea. Jalurnya sedang dan teduh, melewati aliran sungai dan situs-situs kuil, dengan dedaunan musim gugur dan kehijauan musim semi yang menarik kerumunan paling ramai.
🏖️
Pantai Waon & Pelayaran Teluk Suncheon
와온해변·순천만
Pantai Waon adalah pesisir berlumpur yang tenang di tepi barat Teluk Suncheon, dihargai oleh warga setempat sebagai tempat yang damai untuk menyaksikan matahari terbenam di atas hamparan lumpur pasang surut. Pelayaran eco-boat musiman dan desa-desa di sekitar lahan basah menawarkan sudut pandang yang lebih lambat dan sejajar air terhadap kanal-kanal alang-alang teluk ini.
🍜 Kuliner
🍽️
Jjangttungeo-tang (Sup ikan glodok)
Sebagai hidangan khas Suncheon yang menjadi ciri khasnya, sup yang membumi dan menyehatkan ini dibuat dari ikan glodok yang dipanen di hamparan lumpur pasang surut teluk. Dimasak perlahan dengan pasta kedelai dan sayuran menjadi kaldu kental bergaya ueong, ini adalah hidangan khas daerah yang sulit Anda temukan dibuat sebaik ini di tempat lain di Korea.
🍽️
Menu set Kkomak (Kerang darah)
Hamparan lumpur pasang surut di sekitar Teluk Suncheon dan Beolgyo di dekatnya menghasilkan kerang darah yang dihargai tinggi, disajikan rebus, dengan saus kedelai-dan-cabai yang gurih, atau sebagai jamuan kerang yang melimpah (kkomak-jeongsik). Ini adalah hidangan khas Jeollanam-do yang paling nikmat disantap di musim dingin saat kerangnya paling montok.
🥞
Meja jamuan Korea (Hanjeongsik)
Jeollanam-do terkenal di seluruh negeri karena meja jamuannya yang mewah, dan Suncheon membuktikannya. Satu pesanan hanjeongsik datang dipenuhi puluhan hidangan kecil, mulai dari ikan panggang dan masakan rebus hingga namul musiman dan kimchi buatan rumah, semuanya berpusat pada nasi dan sup.
🍲
Gukbap (Sup nasi dan kaldu)
Hidangan pokok yang mengenyangkan dan terjangkau yang banyak ditemukan di sekitar pasar tradisional Aritaul Suncheon dan terminal bus, gukbap adalah semangkuk nasi panas yang disajikan dalam kaldu babi atau tauge yang kaya rasa. Inilah santapan cepat dan menghangatkan klasik sebelum menghabiskan pagi di lahan basah.
🍖
Tteokgalbi (Patty iga pendek cincang panggang)
Sebagai favorit Jeolla Selatan, tteokgalbi adalah daging sapi atau babi cincang tangan yang dibumbui, dibentuk menjadi patty, dan dipanggang hingga karamel dan berair. Biasanya disajikan dengan beragam lauk pendamping dan menjadi pilihan tepat bagi wisatawan yang menginginkan santapan di Suncheon yang lebih sedikit makanan lautnya.
🍽️
Hidangan sayuran liar ala kuil
Mengingat banyaknya kuil pegunungan di Suncheon, kawasan ini adalah tempat yang bagus untuk mencoba sanchae bibimbap dan hidangan berbasis sayuran lain yang dibuat dengan sayuran hijau hasil pemetikan. Ringan, musiman, dan tanpa daging, hidangan ini cocok secara alami dengan pendakian di sekitar Gunung Jogyesan dan rute Songgwangsa-Seonamsa.
🚄 Cara ke sana & transportasi
Cara tercepat dari Seoul adalah dengan KTX dari Stasiun Yongsan ke Stasiun Suncheon, yang memakan waktu sekitar 2,5 hingga 3 jam; bus antarkota yang lebih lambat dan lebih murah berangkat dari Terminal Central City (Bus Ekspres) Seoul dalam waktu sekitar 4 hingga 4,5 jam. Suncheon juga berada di jalur menuju Yeosu dan Busan, sehingga mudah untuk digabungkan. Di dalam kota, atraksi-atraksinya tersebar, jadi rencanakan untuk menggunakan bus kota lokal, taksi, atau mobil sewaan. Bus kota 66 menghubungkan Stasiun Suncheon dengan Taman Nasional dan lahan basah, PRT Sky Cube menghubungkan taman dengan teluk, dan bus 63/61 menuju arah Naganeupseong dan lokasi syuting film.
💡 Tips
Kunjungi Teluk Suncheon di sore hari menjelang petang dan tetaplah untuk menyaksikan matahari terbenam dari Observatorium Yongsan; untuk melihat bangau dan alang-alang dalam kondisi terbaiknya, datanglah antara Oktober hingga Februari.
Belilah tiket terusan yang mencakup Taman Nasional dan Cagar Lahan Basah sekaligus, dan gunakan PRT Sky Cube untuk berpindah di antara keduanya alih-alih berjalan kaki.
Objek wisata Suncheon tersebar, jadi petakan jadwal bus terlebih dahulu atau sisihkan anggaran untuk taksi; satu hari yang direncanakan dengan baik pun bisa terasa terburu-buru jika tidak.
Bawalah pakaian berlapis dan sepatu yang kokoh: jembatan papan lahan basah dan pendakian Yongsan terbuka dan berangin, serta jalur pendakian kuil di Gunung Jogyesan tidak beraspal.
❓ Pertanyaan umum
Berapa hari yang Anda butuhkan di Suncheon?
Satu hari penuh cukup untuk menjelajahi duet andalan Cagar Lahan Basah Teluk Suncheon dan Taman Nasional, idealnya diakhiri dengan matahari terbenam di Observatorium Yongsan. Dengan dua hari, Anda dapat menambahkan Desa Tradisional Naganeupseong, Lokasi Syuting Film Terbuka, serta kunjungan kuil dan pendakian ke Songgwangsa atau Seonamsa di Gunung Jogyesan.
Apakah Suncheon layak dikunjungi?
Ya, terutama bagi pencinta alam dan pelancong slow-travel. Lahan basah Suncheon yang terdaftar di UNESCO, taman nasional pertama Korea, desa berbenteng Joseon yang autentik, dan dua kuil pegunungan bersejarah menjadikannya salah satu destinasi ekowisata paling memuaskan di negeri ini, dan mudah dipadukan dengan Yeosu yang berdekatan.
Bagaimana cara menuju Suncheon dari Seoul?
Naik KTX dari Stasiun Yongsan di Seoul menuju Stasiun Suncheon, perjalanan sekitar 2,5 hingga 3 jam. Bus ekspres antarkota dari Terminal Central City lebih murah tetapi memakan waktu sekitar 4 hingga 4,5 jam. Dari Stasiun Suncheon, bus lokal, taksi, atau Sky Cube dapat membawa Anda ke atraksi-atraksi utama.
Suncheon terkenal karena apa?
Suncheon terkenal sebagai 'ibu kota ekologi' Korea, paling dikenal karena Teluk Suncheon, sebuah Cagar Biosfer UNESCO yang luas berupa hamparan alang-alang, lumpur pasang surut, dan bangau yang bermusim dingin dengan matahari terbenam berkurva S yang termasyhur. Suncheon juga menjadi rumah bagi Taman Nasional Suncheonman, desa tradisional berbenteng Naganeupseong, dan Lokasi Syuting Film Terbuka retro yang besar.