Terselip di antara puncak-puncak granit Seoraksan dan birunya Laut Timur yang dalam, Sokcho adalah basis pesisir paling memuaskan di Provinsi Gangwon. Dalam satu hari saja Anda bisa mendaki ke formasi batu yang legendaris, menyeberangi laguna dengan rakit feri yang ditarik tangan, menyaksikan matahari terbit dari paviliun di atas tebing, dan menyantap sosis cumi serta ayam goreng berlapis saus manis langsung dari pasar ikan yang ramai. Inilah objek wisata dan cita rasa yang membuat Sokcho layak untuk dikunjungi.
Bukit raksasa yang terdiri dari enam puncak granit ini adalah jalur pendakian khas Seoraksan, dicapai melalui jalur terjal yang menaiki ratusan anak tangga logam di bagian akhirnya. Puncaknya menyuguhkan panorama luas yang membentang ke arah pegunungan, kota, dan Laut Timur di kejauhan.
π
Kuil Sinheungsa
μ ν₯μ¬
Sebuah kuil Buddha yang tenang, didirikan lebih dari seribu tahun yang lalu di kaki Seoraksan, dijaga oleh patung perunggu raksasa Buddha Persatuan Agung. Aula-aulanya menandai gerbang menuju jalur pendakian Ulsanbawi dan Biseondae.
Hamparan panjang pasir lembut berwarna pucat yang berada tepat di sebelah pusat kota, Pantai Sokcho memadukan berenang yang tenang di Laut Timur saat musim panas dengan jalan-jalan santai di tepi laut sepanjang tahun. Di belakangnya, kafe-kafe yang semarak dan rumah makan seafood menjadikannya penyeimbang yang santai bagi pegunungan.
ποΈ
Desa Abai
μλ°μ΄λ§μ
Dihuni oleh para pengungsi Korea Utara yang melarikan diri ke selatan selama Perang Korea, lingkungan nostalgia ini melestarikan suasana Korea pertengahan abad yang telah lenyap beserta masakan khas daerahnya yang termasyhur. Gang-gang sempit berhiaskan mural dan rumah makan keluarga meraih popularitas sebagai lokasi syuting drama Korea.
π
Rakit Feri Galaetbae
κ°―λ°°
Sebuah rakit datar yang ditarik dengan tangan untuk menyeberangi kanal sempit antara pusat kota dan Desa Abai, gaetbae adalah salah satu tradisi paling memikat di Sokcho. Para penumpang memegang kait logam dan ikut menarik kabel melintasi air dalam perjalanan singkat yang berkesan.
π
Pasar Wisata & Ikan Sokcho
μμ΄κ΄κ΄μμ°μμ₯
Dahulu bernama Pasar Jungang, labirin kios beratap ini adalah mesin kuliner kota, dipenuhi tumpukan seafood segar, ikan kering, dan jajanan kaki lima. Inilah tempat untuk mencicipi ayam goreng dakgangjeong khas Sokcho yang manis dan renyah.
π
Pelabuhan Daepohang
λν¬ν
Sebuah pelabuhan nelayan yang masih aktif, dikelilingi restoran ikan mentah dan kios-kios seafood, Daepohang adalah tempat perahu-perahu menurunkan hasil tangkapan hari itu. Pengunjung memilih ikan dari akuarium untuk dijadikan sashimi atau menikmati udang dan cumi goreng di sepanjang dermaga yang ramai.
π
Paviliun Yeonggeumjeong
μκΈμ
Sebuah paviliun anggun yang berdiri di atas singkapan batu, dicapai melalui jembatan pejalan kaki yang pendek di atas deburan ombak, Yeonggeumjeong adalah tempat favorit untuk menyaksikan matahari terbit di Laut Timur. Namanya membangkitkan kesan suara ombak yang menghantam bebatuan di sekelilingnya bagaikan alunan musik.
π Kuliner
π
Dakgangjeong
Jajanan khas Sokcho: ayam goreng berukuran sekali gigit yang dibalut saus manis-pedas yang mengilap, dijual per kotak di Pasar Wisata & Ikan dan digemari baik oleh warga lokal maupun pengunjung.
π½οΈ
Abai Sundae
Sosis darah ala Korea Utara yang mengenyangkan, diisi dengan soun, sayuran, dan bumbu-bumbu, sebuah hidangan khas yang dibawa ke Desa Abai oleh keluarga pengungsi dan masih disajikan di sana hingga kini.
π½οΈ
Ojingeo Sundae
Variasi sundae khas Sokcho di mana satu ekor cumi utuh diisi dengan mi, tahu, dan sayuran, lalu dikukus dan diiris, menampilkan kecintaan mendalam kota ini pada cumi.
π¦
Mulhoe
Semangkuk ikan atau seafood mentah yang segar dan menyegarkan, disajikan dalam kuah cabai-cuka yang dingin dan menyengat, hidangan musim panas Pantai Timur yang sempurna untuk dinikmati di dekat pelabuhan.
π¦
Hoe (Sashimi Segar)
Irisan ikan baru tangkap yang berkilau, sering dipilih hidup-hidup dari akuarium di Pelabuhan Daepohang dan Dongmyeonghang, disajikan beserta lauk pendamping di restoran ikan mentah tepi pantai.
π½οΈ
Sundubu (Sup Tahu Lembut)
Tahu lembut buatan tangan yang halus, secara tradisional dikentalkan dengan air Laut Timur, merupakan kebanggaan desa Haksapyeong di dekatnya dan disajikan dalam sup yang gurih dan menenangkan.
π Cara ke sana & transportasi
Sokcho terletak di pesisir timur laut Korea di Provinsi Gangwon, kira-kira dua setengah hingga tiga jam perjalanan dengan bus ekspres dari Seoul. Rute tercepat adalah bus antarkota atau bus ekspres dari Terminal Bus Ekspres Seoul atau Terminal Dong Seoul langsung menuju Terminal Bus Antarkota Sokcho. Tidak ada kereta langsung menuju kota ini, sehingga bus menjadi pilihan utama. Di dalam Sokcho, bus lokal, taksi, dan rakit feri gaetbae menghubungkan pusat kota, pasar-pasar, dan pantai-pantai, sementara bus dan taksi melayani rute menuju pintu masuk Taman Nasional Seoraksan yang berjarak sekitar 20 hingga 30 menit dari pusat kota. Bandara terdekat dengan penerbangan domestik adalah Bandara Internasional Yangyang, yang berjarak tempuh singkat ke arah selatan.
π‘ Tips
Kunjungi Seoraksan di pagi hari, terutama saat musim dedaunan musim gugur, ketika jalur pendakian dan kereta gantung menarik banyak sekali pengunjung.
Kenakan sepatu yang kokoh untuk pendakian Ulsanbawi, yang diakhiri dengan tanjakan panjang menaiki tangga logam yang curam.
Bawalah uang tunai dalam pecahan kecil untuk rakit feri gaetbae dan kios-kios pasar, di mana pembayaran dengan kartu tidak selalu tersedia.
Gabungkan Desa Abai, rakit feri, dan Pasar Wisata & Ikan menjadi satu rute berjalan kaki yang mudah mengelilingi kanal pelabuhan.
β Pertanyaan umum
Berapa hari yang Anda butuhkan di Sokcho?
Dua hari adalah waktu yang ideal: satu hari untuk Taman Nasional Seoraksan beserta jalur pendakiannya atau kereta gantung, dan hari kedua untuk pesisir, Desa Abai, pasar ikan, dan paviliun-paviliun tepi laut. Satu hari penuh yang padat bisa mencakup atraksi-atraksi utama jika waktu Anda terbatas.
Sokcho paling terkenal karena apa?
Sokcho paling dikenal sebagai gerbang menuju Taman Nasional Seoraksan dan karena budaya seafood Laut Timurnya, termasuk pasar ikan, Pelabuhan Daepohang, dan hidangan khas lokal seperti ayam goreng dakgangjeong dan sundae cumi.
Apakah Sokcho layak dikunjungi dari Seoul?
Ya. Meski berjarak beberapa jam dari Seoul dengan bus, Sokcho memadukan pegunungan yang dramatis, pantai, seafood segar, dan situs budaya yang unik seperti Desa Abai, menjadikannya salah satu perjalanan singkat paling memuaskan di Korea.
Kapan waktu terbaik untuk mengunjungi Sokcho?
Musim gugur sangat menakjubkan untuk dedaunan musim gugur Seoraksan, sementara musim panas populer untuk pantai-pantainya. Musim semi membawa cuaca yang sejuk untuk mendaki dan musim dingin menawarkan pemandangan pesisir yang segar, sehingga kota ini memuaskan pengunjung sepanjang tahun.