📍

Hal-Hal yang Bisa Dilakukan di Mokpo, Korea

Mokpo
10 lugares
Ringkasan

Mokpo adalah kota pelabuhan penuh nostalgia di ujung barat daya Provinsi Jeollanam-do, tempat gang-gang pelabuhan tua yang lapuk, arsitektur era kolonial Jepang, dan salah satu kereta gantung terpanjang di Korea bertemu dengan garis pantai yang berisi lebih…

  • 🗓️ Terbaik: Apr–Mei & Sep–Nov
  • 🗣️ Bahasa Korea
  • 💱 KRW (₩)
✍️ Tim Editorial KoreaPlus🔄 Diperbarui 2026-07-02✓ Diperiksa untuk 2026

Mokpo adalah kota pelabuhan penuh nostalgia di ujung barat daya Provinsi Jeollanam-do, tempat gang-gang pelabuhan tua yang lapuk, arsitektur era kolonial Jepang, dan salah satu kereta gantung terpanjang di Korea bertemu dengan garis pantai yang berisi lebih dari seribu pulau. Inilah gerbang daratan menuju '1004 Pulau' milik Sinan, sekaligus kota kuliner legendaris yang dibangun di atas gurita, ikan kakap, dan makanan laut dari hamparan lumpur pasang surut. Dengan suasana yang lambat, syahdu, dan sama sekali tidak berpura-pura, Mokpo memanjakan para pelancong yang mendambakan udara asin laut, matahari terbenam di atas lautan, serta sejarah yang bisa ditelusuri dengan berjalan kaki.

Mokpo — 목포시 전경 (2024년)
📷 LandAndTree This photo was taken with Canon EOS R50 / Wikimedia Commons (CC BY 4.0)
🗓️ Terbaik: Apr–Mei & Sep–Nov🗣️ Bahasa Korea💱 KRW (₩)⏱️ 2–3 hari🚄 KTX/bus dari Seoul

🏯 Tempat wisata

📍
Kereta Gantung Laut Mokpo
목포해상케이블카
Salah satu kereta gantung terpanjang di Korea ini membentang sekitar 3,23 km dari stasiun Bukhang melintasi gunung Yudalsan dan di atas laut menuju pulau Gohado. Kabin berlantai kristalnya menyuguhkan pemandangan luas pelabuhan, kota, dan Laut Selatan, dan perjalanannya sangat populer saat matahari terbenam serta setelah gelap ketika Mokpo bermandikan cahaya.
⛰️
Gunung Yudalsan
유달산
Menjulang hanya 228 meter di atas pelabuhan, Yudalsan adalah puncak penjaga kesayangan Mokpo, dipenuhi jalur pendakian yang mudah, paviliun, patung, dan titik pandang. Dari punggung bukitnya Anda mendapat panorama klasik pelabuhan, kereta gantung, dan gugusan pulau, menjadikannya pendakian singkat namun memuaskan tepat di samping pusat kota.
📍
Formasi Batuan Gatbawi
갓바위
Ikon alam Mokpo berupa sepasang batu tebing laut lapuk yang berbentuk seperti dua sosok yang mengenakan topi tradisional Korea (gat). Ditetapkan sebagai Monumen Alam, formasi ini paling indah dilihat dari jembatan kayu terapung di tepi air yang memungkinkan Anda berjalan tepat di sampingnya di atas pasang, bersinar hangat saat matahari terbenam.
🏛️
Museum Sejarah Modern Mokpo (Bekas Konsulat Jepang)
목포근대역사관 1관
Bertempat di bekas Konsulat Jepang berbata merah dari tahun 1900, bangunan tertua semacam ini di Korea, museum ini menjadi jangkar sejarah pelabuhan terbuka Mokpo. Pameran-pamerannya menelusuri pertumbuhan kota sebagai pelabuhan perjanjian dan kesengsaraan era kolonial, lengkap dengan terowongan perlindungan serangan udara yang digali ke lereng bukit di belakangnya.
🚉
Jalan-Jalan Sejarah Modern Mokpo
목포 근대역사거리
Pusat kota tua di sekitar bekas konsulat melestarikan kumpulan padat bangunan, bank, dan bekas rumah dagang era Jepang dari tahun 1900-an hingga 1930-an. Berjalan menyusuri lorong-lorong bersuasana ini terasa seperti melangkah ke Korea awal abad ke-20, dan kawasan ini meraih ketenaran baru sebagai lokasi syuting drama dan film tentang warisan kota tersebut.
📍
Pulau Gohado
고하도
Sebagai terminal terjauh kereta gantung, Gohado adalah pulau kecil yang terhubung dengan sejarah Laksamana Yi Sun-sin, yang membangun pangkalan angkatan laut di sini selama Perang Imjin. Skywalk 'Ttangkkeut' di puncak tebing yang indah, menara pengamatan, dan jalur pesisir memanjakan pengunjung dengan pemandangan pulau dan semilir angin laut.
🏛️
Museum Sejarah Alam Mokpo
목포자연사박물관
Terletak di kawasan Galeri yang rindang, museum yang dihormati ini memamerkan fosil, kerangka dinosaurus, mineral, dan kehidupan laut, termasuk penemuan telur dinosaurus langka dari wilayah tersebut. Tempat ini menjadi persinggahan ramah keluarga yang mudah, sering digabungkan dengan museum seni dan keramik di sebelahnya.
⛰️
Puncak Nojeokbong
노적봉
Di kaki Yudalsan berdiri Nojeokbong, batu terjal yang terkait dengan legenda terkenal Perang Imjin di mana Laksamana Yi menyamarkan puncak itu dengan jerami agar tampak seperti tumpukan beras dan menggentarkan armada musuh. Kini tempat ini menjadi jalur jalan kaki singkat nan fotogenik dengan taman rindang dan pemandangan kota di kakinya.
📍
Jalan Pesisir Gabin (Danau Yeongsan & Alun-Alun Perdamaian)
갓바위 평화광장
Promenade Alun-Alun Perdamaian di tepi air Mokpo adalah detak jantung kota pada malam hari, berjajar kafe dan terkenal dengan air mancur laut 'menari' musikalnya yang menyemburkan air seirama musik dan cahaya. Keluarga dan pasangan berkumpul di sini saat senja untuk menyaksikan pertunjukan, menikmati semilir angin, dan camilan tepi laut.
🏝️
1004 Pulau Sinan (Jeungdo & Sekitarnya)
신안 1004섬
Mokpo adalah gerbang daratan menuju '1004 Pulau' di Kabupaten Sinan, kepulauan hamparan lumpur pasang surut yang diakui UNESCO. Wisata sehari mencapai pulau Slow City Jeungdo dengan ladang garam Taepyeong yang luas dan hamparan teluk Hampyeong, ditambah jembatan 'pelangi' berwarna-warni serta pulau Banwol dan Bakji yang dicat ungu.

🍜 Kuliner

🍽️
Sebal Nakji (gurita berkaki kecil)
Mokpo adalah ibu kota gurita Korea, dan sebal-nakji adalah hidangan andalannya: gurita kecil hidup yang dimakan mentah dalam irisan atau dililitkan utuh pada sumpit. Hidangan ini juga menjadi bintang dalam nakji-tang (sup gurita) dan yeonpotang, dihargai secara lokal sebagai sajian lezat pemulih stamina.
🍽️
Hongeo (ikan pari fermentasi)
Termasuk salah satu hidangan paling terkenal di Korea, hongeo adalah ikan pari yang difermentasi hingga melepaskan aroma amonia yang menyengat. Mokpo menyajikannya sebagai hongeo-samhap, trio klasik berupa ikan pari fermentasi, daging babi rebus, dan kimchi matang, yang secara tradisional ditemani makgeolli.
🦞
Mineo-hoe & Sup Mineo (ikan kakap)
Mokpo menjunjung mineo, ikan kakap besar yang dianggap tangkapan premium. Ikan ini disajikan sebagai sashimi (hoe) dan dalam sup yang kaya rasa, dengan kantung renangnya menjadi sajian lezat tersendiri, sering muncul dalam pesta perayaan di bagian Jeolla ini.
🍽️
Kkotge (kepiting biru) & Ganjang Gejang
Hamparan lumpur pasang surut yang dangkal di sekitar Sinan menghasilkan kepiting biru yang berharga, disajikan kukus pada musimnya atau sebagai ganjang-gejang, kepiting mentah yang direndam dalam kecap asin hingga telur mentegonya benar-benar meleleh di atas nasi, hidangan khas Jeolla yang dikenal sebagai 'pencuri nasi.'
🍽️
Galchi-jorim (ikan layur kuah)
Ikan layur perak mengkilap (galchi) yang ditangkap di lepas pantai barat daya direbus dengan lobak, cabai, dan kecap menjadi semur yang sangat gurih dan pedas. Hidangan ini menjadi andalan restoran rumahan Mokpo dan teman yang menenangkan untuk sepiring nasi.
🍽️
Bibim-jaban & Lauk Pendamping Khas Mokpo
Setia pada akar Jeolla-nya, bahkan hidangan Mokpo yang sederhana pun datang dengan sajian melimpah berupa lauk pendamping gratis, rumput laut segar, makanan laut asin (jeotgal), dan namul musiman. Hidangan khas lokal seperti mangkuk nasi ikan segar beraroma minari melengkapi meja barat daya yang terkenal murah hati ini.

🚄 Cara ke sana & transportasi

Dari Seoul, pilihan tercepat adalah kereta cepat KTX atau SRT dari stasiun Yongsan/Suseong menuju Stasiun Mokpo, memakan waktu sekitar 2,5 hingga 3 jam dan menurunkan Anda tepat di pusat kota bersejarah. Bus ekspres dari Terminal Central City (Bus Ekspres) Seoul memakan waktu sekitar 4 hingga 4,5 jam menuju Terminal Bus Mokpo. Di dalam kota, pusat kota yang ringkas, stasiun, jalan-jalan Sejarah Modern, dan Yudalsan bisa ditempuh dengan berjalan kaki, sementara bus lokal dan taksi menghubungkan kereta gantung, Gatbawi, dan Alun-Alun Perdamaian; terminal feri Pesisir/Yeonan Mokpo menangani kapal menuju pulau-pulau Sinan, dan Jeungdo juga bisa dijangkau dengan mobil melalui jembatan-jembatan penghubung.

💡 Tips

❓ Pertanyaan umum

Berapa hari yang Anda butuhkan di Mokpo?

Satu hari penuh mencakup atraksi utamanya: Kereta Gantung Laut, Yudalsan, Gatbawi, dan jalan-jalan Sejarah Modern, ditambah santap malam makanan laut. Dengan dua hari Anda bisa menambahkan Gohado, museum-museum, dan malam yang santai di Alun-Alun Perdamaian, atau memanfaatkan hari kedua untuk perjalanan feri menuju 1004 Pulau Sinan seperti Jeungdo.

Apakah Mokpo layak dikunjungi?

Ya, terutama jika Anda menyukai pemandangan pesisir, sejarah, dan makanan laut. Mokpo menawarkan salah satu kereta gantung terpanjang di Korea, jalan-jalan era kolonial yang bersuasana, formasi batuan tebing laut yang dramatis, dan akses menuju 1004 Pulau yang menakjubkan, semuanya dengan pesona kota pelabuhan yang lambat dan penuh nostalgia serta jauh lebih sedikit keramaian dibanding kota-kota besar Korea.

Bagaimana cara menuju Mokpo dari Seoul?

Cara termudah adalah kereta cepat KTX atau SRT dari Seoul menuju Stasiun Mokpo dalam waktu sekitar 2,5 hingga 3 jam. Bus ekspres dari Terminal Central City Seoul memakan waktu sekitar 4 hingga 4,5 jam. Mokpo adalah ujung jalur, jadi kereta mengantarkan Anda langsung ke pusat kota bersejarah yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Mokpo terkenal karena apa?

Mokpo terkenal sebagai kota pelabuhan penuh nostalgia dan gerbang menuju 1004 Pulau Sinan, dengan Kereta Gantung Lautnya yang melintasi Yudalsan, formasi 'batu topi' Gatbawi, jalan-jalan Sejarah Modern era kolonial Jepang, serta panorama kuliner laut yang luar biasa dipimpin oleh gurita berkaki kecil (sebal-nakji), ikan pari fermentasi (hongeo), dan ikan kakap.

📺 Video

🔗 Panduan terkait

Hal-Hal yang Bisa Dilakukan di Mokpo, Korea