📍

Hal-Hal yang Bisa Dilakukan di Gongju, Korea

Gongju
10 lugares
Ringkasan

Gongju adalah kota tepi sungai yang santai di Chungcheongnam-do yang dua kali menjadi ibu kota kerajaan kuno Baekje, meninggalkan warisan yang terdaftar di UNESCO berupa dinding benteng di puncak bukit, makam kerajaan, dan harta karun emas.

  • 🗓️ Terbaik: Apr–Mei & Sep–Nov
  • 🗣️ Bahasa Korea
  • 💱 KRW (₩)
✍️ Tim Editorial KoreaPlus🔄 Diperbarui 2026-07-02✓ Diperiksa untuk 2026

Gongju adalah kota tepi sungai yang santai di Chungcheongnam-do yang dua kali menjadi ibu kota kerajaan kuno Baekje, meninggalkan warisan yang terdaftar di UNESCO berupa dinding benteng di puncak bukit, makam kerajaan, dan harta karun emas. Dipeluk oleh Sungai Geum, kota ini memadukan benteng dramatis Gongsanseong dengan Makam Raja Muryeong yang masih utuh serta ornamen mahkota emas yang tersimpan di Museum Nasional Gongju. Tambahkan kuil gunung Magoksa yang tenang, pasar kastanye musim gugur, dan Festival Budaya Baekje tahunan, dan Gongju menjadi tujuan wisata sehari atau menginap semalam yang mudah dan kaya sejarah dari Seoul, sering digabungkan dengan Buyeo yang bertetangga.

Gongju — City of Gongju seen from Gongsanseong Fortress, South Korea
📷 Bernard Gagnon / Wikimedia Commons (CC0)
🗓️ Terbaik: Apr–Mei & Sep–Nov🗣️ Bahasa Korea💱 KRW (₩)⏱️ 2–3 hari🚄 KTX/bus dari Seoul

🏯 Tempat wisata

🏰
Benteng Gongsanseong
공산성
Benteng di puncak bukit yang menghadap Sungai Geum ini adalah landmark khas Gongju dan bagian dari Kawasan Bersejarah Baekje yang terdaftar di UNESCO. Lintasan melingkar sepanjang sekitar 2,6 km berupa dinding benteng dari batu dan tanah berkelok melewati gerbang, paviliun, dan pemandangan sungai, menjadikannya jalur jalan kaki yang indah selama 1–2 jam. Suasananya terasa sangat istimewa saat senja ketika dindingnya disinari lampu.
📍
Makam Kerajaan Songsan-ri (Makam Raja Muryeong)
송산리 고분군 (무령왕릉)
Gugusan makam kerajaan Baekje ini mencakup Makam Raja Muryeong yang terkenal, ditemukan dalam keadaan utuh pada tahun 1971 dengan ribuan artefak dan satu-satunya makam kerajaan Baekje yang penghuninya teridentifikasi secara pasti. Makam asli ditutup untuk pelestarian, tetapi sebuah aula pameran replika berukuran penuh memungkinkan pengunjung berjalan menyusuri rekonstruksi setia dari ruang-ruang berlapis bata.
🏛️
Museum Nasional Gongju
국립공주박물관
Dibangun sebagian besar di seputar harta karun yang digali dari makam Raja Muryeong, museum ini memamerkan ornamen mahkota emas Baekje, perhiasan, patung penjaga dari batu, serta nisan peringatan raja dan ratu. Museum ini menawarkan konteks terbaik untuk memahami masa keemasan Gongju. Tiket masuk gratis dan galerinya cukup ringkas untuk dikunjungi selama satu atau dua jam.
📍
Kuil Magoksa
마곡사
Tersembunyi di lembah berhutan di utara kota, Magoksa adalah kuil Buddha kuno dan salah satu 'Sansa, Biara Gunung Buddha' Korea yang terdaftar di UNESCO. Sebuah sungai kecil membagi area kuil, dilintasi oleh jembatan kecil, dan aula-aula kayunya tampak memukau saat bunga bermekaran di musim semi dan dedaunan berwarna di musim gugur. Program menginap di kuil (temple-stay) tersedia untuk pengalaman bermalam.
🏘️
Desa Hanok Gongju
공주한옥마을
Sebuah desa bergaya tradisional modern di dekat Gongsanseong dan museum, menawarkan penginapan rumah hanok, halaman dalam, dan spot foto bertema Baekje. Tempat ini menjadi basis menginap yang praktis dan beratmosfer dalam jarak berjalan kaki dari atraksi utama. Beberapa aulanya juga menyelenggarakan program pengalaman budaya.
🌊
Sungai Geumgang & Bendungan Geumgangbo
금강 / 금강보
Sungai Geum (Geumgang) melengkung tepat melewati Gongsanseong dan membentuk sejarah serta pertahanan kota. Jalur tepi sungai, taman, dan lintasan sepeda mengikuti aliran air, dan kawasan bendungan Geumgangbo di sebelah barat memiliki dek pengamatan serta pusat budaya kecil. Tempat ini menyenangkan untuk jalan-jalan sore setelah dari benteng.
📍
Tepi Sungai Gomanaru (situs sakral Baekje Ungjin)
고마나루
Gomanaru adalah penyeberangan feri tepi sungai bersejarah dan hutan pinus yang berkaitan dengan legenda beruang lokal yang melahirkan nama Gongju (dahulu 'Ungjin', berarti pelabuhan beruang). Hutan yang teduh dan tepian sungai berpasir menjadikannya tempat yang tenang dan indah, dan ritual leluhur tahunan masih digelar di sini. Lokasinya tepat di hilir benteng.
🏛️
Museum Seokjangri (situs Paleolitikum)
석장리박물관
Seokjangri adalah salah satu situs penggalian Paleolitikum terpenting di Korea, tempat ditemukannya perkakas batu berusia puluhan ribu tahun di sepanjang Sungai Geum. Museum di lokasi dan rekonstruksi terbuka menjelaskan kehidupan prasejarah di kawasan ini. Sebuah festival yang merayakan situs ini diadakan di sini setiap musim semi.
📍
Katedral Jungdong (Gereja Katolik Jungdong Gongju)
공주중동성당
Gereja bata bergaya Gotik yang elok ini, selesai dibangun pada tahun 1937, merupakan properti budaya terdaftar dan kontras yang mencolok dengan situs-situs kuno Gongju. Berdiri di atas tanjakan kecil di kota lama, lengkungan runcing dan fasad kembarnya menjadikannya spot foto yang populer. Gereja ini masih menjadi gereja paroki yang aktif.
🌳
Taman Nasional Gyeryongsan (Kuil Gabsa)
계룡산국립공원 (갑사)
Gongju berbagi Gyeryongsan, taman nasional granit yang terjal dan terkenal dengan pendakian punggung bukitnya, dengan kawasan tetangga. Di sisi Gongju terdapat Gabsa, kuil tua yang dihormati dan berdiri di antara pepohonan kuno yang spektakuler saat musim gugur. Jalurnya beragam, mulai dari jalan santai menuju kuil hingga penjelajahan punggung bukit sehari penuh yang menantang.

🍜 Kuliner

🍽️
Hidangan kastanye (bam)
Gongju adalah kawasan penghasil kastanye paling terkenal di Korea, dan kacang ini muncul di mana-mana. Carilah makgeolli kastanye (arak beras), roti kastanye, kastanye panggang, es krim kastanye, dan kue beras berisi kastanye, terutama di musim gugur saat panen tiba.
🍲
Gukbap (sup nasi khas Gongju)
Gongju terkenal dengan gukbap-nya yang mengenyangkan, semangkuk nasi yang menenangkan dalam kaldu daging sapi atau babi yang kaya. Beberapa restoran lokal yang sudah lama beroperasi di dekat pasar mengkhususkan diri dalam hidangan ini, dan ini menjadi santapan siang penghangat yang sempurna setelah menyusuri dinding benteng.
🍽️
Hidangan ginseng (insam)
Kawasan Geumsan–Chungnam adalah daerah ginseng utama, dan restoran-restoran Gongju menyajikan sup ayam ginseng (samgyetang) dan lauk-lauk berbahan dasar ginseng. Rasa pahit khas akarnya dan reputasi manfaat kesehatannya menjadikannya hidangan khas daerah yang populer sepanjang tahun.
🍽️
Ssambap (set hidangan bungkus daun selada)
Sajian melimpah berupa nasi, daging panggang atau rebus, serta sepiring penuh dedaunan segar dan banchan untuk membungkusnya, ssambap adalah santapan bersama yang memuaskan dan populer di Gongju. Hidangan ini menonjolkan sayuran segar kawasan ini dan sangat cocok untuk disantap beramai-ramai.
🍶
Makgeolli (kastanye & arak beras lokal)
Selain makgeolli kastanye, Gongju dan kawasan Chungnam yang lebih luas memproduksi beragam arak beras yang berwarna susu dan sedikit manis. Minuman ini cocok dipadukan dengan pajeon (panekuk daun bawang) yang gurih dan menjadi oleh-oleh yang mudah dibawa pulang.
🍜
Kalguksu (sup mi potong pisau)
Mi gandum yang dipotong dengan tangan dalam kaldu yang menghangatkan adalah hidangan favorit di sekitar pasar Gongju, sering disajikan dengan kimchi segar. Ini pilihan yang terjangkau dan mengenyangkan serta menjadi favorit warga lokal di hari-hari yang lebih dingin.

🚄 Cara ke sana & transportasi

Dari Seoul, rute tercepat adalah dengan kereta cepat KTX/SRT menuju Stasiun Gongju di jalur Honam (sekitar 50–60 menit dari Yongsan/Suseo), meskipun stasiun itu terletak jauh di luar pusat kota dan memerlukan bus atau taksi penghubung. Banyak wisatawan justru memilih bus ekspres dari Terminal Bus Ekspres Seoul atau Terminal Nambu langsung ke Terminal Bus Gongju (kurang lebih 1,5–2 jam), yang lebih dekat dengan atraksi. Di dalam Gongju, atraksi utama—Gongsanseong, makam Songsan-ri, Museum Nasional Gongju, dan Desa Hanok—berkumpul berdekatan dan dapat dijangkau dengan berjalan kaki atau naik taksi dalam waktu singkat; bus lokal dan taksi murah menjangkau Magoksa serta situs-situs di pinggiran. Gongju juga secara alami cocok dipadukan dengan Buyeo, sekitar 40 menit dengan bus, untuk perjalanan sejarah Baekje yang terpadu.

💡 Tips

❓ Pertanyaan umum

Berapa hari yang Anda butuhkan di Gongju?

Satu hari penuh sudah cukup untuk menjelajahi atraksi inti Gongju—benteng Gongsanseong, Makam Kerajaan Songsan-ri, dan Museum Nasional Gongju berkumpul berdekatan. Tambahkan satu hari lagi jika Anda ingin mengunjungi kuil Magoksa, mendaki Gyeryongsan, atau memadukan Gongju dengan Buyeo di dekatnya untuk perjalanan sejarah Baekje yang lebih mendalam.

Apakah Gongju layak dikunjungi?

Ya, terutama bagi para pecinta sejarah. Sebagai bekas ibu kota Baekje dengan situs Warisan Dunia UNESCO, Makam Raja Muryeong yang utuh, dan harta karun emas di museum nasional, Gongju menawarkan alternatif yang lebih tenang dan tidak terlalu ramai turis dibandingkan kota-kota besar Korea. Suasana tepi sungainya, kuil-kuil gunung, dan kastanye musim gugur menambah daya tariknya.

Bagaimana cara menuju Gongju dari Seoul?

Cara termudah adalah dengan bus ekspres dari Terminal Bus Ekspres Seoul atau Terminal Nambu menuju Terminal Bus Gongju (sekitar 1,5–2 jam), yang menurunkan Anda di dekat atraksi. Kereta KTX/SRT menuju Stasiun Gongju lebih cepat (sekitar satu jam) tetapi stasiunnya jauh dari pusat kota dan memerlukan bus atau taksi penghubung.

Gongju terkenal karena apa?

Gongju terkenal sebagai ibu kota kuno kerajaan Baekje dan kota Warisan Dunia UNESCO, dikenal dengan benteng Gongsanseong, Makam Kerajaan Songsan-ri termasuk Makam Raja Muryeong, harta karun emas Baekje di Museum Nasional Gongju, kuil Magoksa, Festival Budaya Baekje, dan kacang kastanyenya.

📺 Video

🔗 Panduan terkait

Hal-Hal yang Bisa Dilakukan di Gongju, Korea