🦀

Pasar & Jajanan Kaki Lima Busan ala Warga Lokal

🇰🇷 Oleh warga lokal BusanBusan · 부산
Ringkasan

Busan hidup dari pasarnya. Ajumma yang sudah empat puluh tahun membersihkan ikan makerel, wajan hotteok yang tak pernah dingin, gang-gang yang dulu memberi makan pengungsi perang dan kini memberi makan siapa saja.

  • Pasar Jagalchi adalah pasar seafood terbesar di Korea, dan para pedagang seniornya cukup dikenal sebagai Jagalchi ajumma.
  • Pasar Gukje bermula sebagai tempat berdagang para pengungsi yang membanjiri Busan saat Perang Korea di awal 1950-an.
  • Pasar Bupyeong Kkangtong menjadi pasar malam resmi pertama di Korea pada 2013; lapak mulai menyala sekitar pukul 19.30.
✍️ Tim Editorial KoreaPlus🔄 Diperbarui 2026-07-30✓ Diperiksa untuk 2026

Busan hidup dari pasarnya. Ajumma yang sudah empat puluh tahun membersihkan ikan makerel, wajan hotteok yang tak pernah dingin, gang-gang yang dulu memberi makan pengungsi perang dan kini memberi makan siapa saja. Lupakan pusat perbelanjaan — di sinilah kota ini benar-benar makan. Ini cara belanja, memesan, dan menawar seolah Anda besar tiga stasiun dari sini di Jalur 1.

Pasar & Jajanan Kaki Lima Busan ala Warga Lokal
Foto: Mobius6 / Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0
Pasar Jagalchi adalah pasar seafood terbesar di Korea, dan para pedagang seniornya cukup dikenal sebagai Jagalchi ajumma.Pasar Gukje bermula sebagai tempat berdagang para pengungsi yang membanjiri Busan saat Perang Korea di awal 1950-an.Pasar Bupyeong Kkangtong menjadi pasar malam resmi pertama di Korea pada 2013; lapak mulai menyala sekitar pukul 19.30.'Kkangtong' berarti 'kaleng' — pasar ini dulu memperdagangkan makanan kaleng Amerika dari markas tentara pascaperang.Ssiat hotteok, hotteok isi aneka biji, adalah kreasi Busan yang dipopulerkan lapak-lapak di BIFF Square.Sebagian besar pasar tradisional Busan libur satu atau dua hari tetap tiap bulan — biasanya Selasa atau Minggu tertentu — bukan tutup mingguan.

Dasar budaya pasar: uang tunai, ajumma, dan hari libur

Pasar Busan berjalan di atas uang tunai dan hubungan baik. Pedagang memang lebih sering menerima kartu dibanding dulu, tapi ekonomi camilan ₩3,000 tetap mengutamakan tunai — bawa lembaran ₩10,000 dan uang receh, dan tak ada yang menghela napas melihat Anda. Para perempuan penjaga lapak dipanggil ajumma, dan banyak yang sudah puluhan tahun memegang sudut yang sama; sedikit kehangatan — 'annyeonghaseyo', anggukan, memakan apa pun yang disodorkan — membeli pelayanan jauh lebih baik daripada buku percakapan mana pun.

Satu hal yang selalu luput dari pengunjung: pasar tradisional punya hari libur bulanan, biasanya pola Selasa atau Minggu tertentu, bukan tutup setiap pekan. Gedung utama Jagalchi, misalnya, secara tradisional libur pada Selasa pertama dan ketiga. Selalu cek dulu sebelum menjadikan pasar sebagai acara utama hari itu — lorong yang tergembok bukan sarapan yang menyenangkan.

Jagalchi: menawar di bawah, berpesta di atas

Jagalchi adalah pasar seafood terbesar di Korea, dan sistemnya indah: beli ikan di lantai bawah, lalu bawa naik ke restoran lantai dua yang akan memotong, membakar, atau merebusnya dengan biaya meja bernama sangcharimbi. Biaya itu mencakup nasi, lauk pendamping, dan jasa memasaknya — ini standar, bukan jebakan turis. Tunjuk yang masih berenang, sepakati harga, dan makan siang Anda baru berumur beberapa menit.

Menawar itu wajar untuk ikan utuh dan kerang dalam jumlah banyak, bukan untuk porsi paket. Tanya 'eolmayeyo?' (berapa?), pasang wajah agak berpikir, dan pedagang biasanya membulatkan harga ke bawah atau menambah bonus — segenggam kerang, satu kaki kepiting ekstra. Memaksa diskon lebih dari sepuluh persen dianggap tak sopan. Kalau seorang ajumma melambai ke arah akuariumnya, biarkan dia bicara; pertunjukannya separuh dari santapannya.

Pasar Gukje: lahir dari perang, hidup dari mi

Pasar Gukje lahir di tengah kekacauan setelah Perang Korea, ketika para pengungsi yang membanjiri Busan membuka lapak untuk menjual apa pun yang mereka bawa atau selamatkan. DNA penyintas itu masih terbaca dari tata letaknya: jaringan gang yang padat, masing-masing punya spesialisasi — kain di sini, peralatan dapur di sana, makanan menyelip di antara semuanya. Inilah pasar dalam film 'Ode to My Father', dan ketenarannya memang pantas.

Menujulah ke gang makanan, tempat para ajumma menyendok yubu-jeongol 유부전골 — hot pot lembut berisi kantong tahu goreng — dan mengaduk bibim-dangmyeon 비빔당면, mi kaca kenyal berbalut saus manis pedas yang nyaris tak ada di luar Busan. Duduklah di bangku pendek, pesan keduanya, lalu bagi berdua. Kebanyakan semangkuknya jauh di bawah ₩10,000, dan para ibu menambah kuah tanpa perlu diminta.

Setelah gelap: Pasar Malam Bupyeong Kkangtong

Saat rolling door Gukje mulai turun, jalan kaki beberapa blok ke Pasar Bupyeong Kkangtong. Nama 'kaleng' itu berasal dari masa pascaperang, ketika makanan kaleng Amerika — sering langsung dari markas militer — jadi barang paling dicari. Pada 2013 pasar ini menjadi pasar malam resmi pertama di Korea, dan kini gerobak mulai keluar sekitar pukul 19.30 menjual apa saja, dari eomuk 어묵 khas Busan sampai lumpia Vietnam.

Strategi pasar malam: datang dalam keadaan lapar, beli sedikit-sedikit, terus jalan — porsinya sengaja dibuat seukuran camilan. Tak jauh dari situ, gang jokbal menyajikan naengchae-jokbal 냉채족발 khas Busan, kaki babi rebus dingin dengan ubur-ubur dan saus mustard, yang terdengar mengkhawatirkan tapi rasanya bikin tercerahkan. Setelah gelap, uang tunai adalah raja di sini.

Pasar Tradisional Haeundae: ritual seusai pantai

Pasar Tradisional Haeundae berada satu blok di belakang pantai, dan rutinitas seusai berenang di sini nyaris sakral: kuah eomuk panas dalam gelas kertas, sepotong hotteok 호떡 untuk dimakan sambil jalan, lalu — kalau Anda serius — gomjangeo 곰장어, hagfish panggang arang yang membuat pasar ini terkenal. Suasananya lebih riuh dan lebih asin daripada tepi pantai yang serba rapi, dan justru itu intinya. Saat musim puncak, datanglah sebelum tengah hari.

Daftar wajib santap: jangan pulang sebelum coba ini

Jajanan kaki lima Busan punya kanonnya sendiri. Sebagian bermula sebagai makanan bertahan hidup para pengungsi, sebagian lagi sebagai camilan kota pantai; semuanya murah, cepat, dan paling enak disantap sambil berdiri.

📍 Lokasi persisnya

Pasar Jagalchi
자갈치시장
Pasar Jagalchi
Foto: Mobius6 / Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0

Pasar seafood terbesar di Korea, sebagian besar dijalankan para ajumma veteran. Akuarium ikan hidup di lantai bawah, restoran di lantai atas yang langsung memasak belanjaan Anda. Ramai, becek, dan hidup luar biasa sejak masa pascaperang.

💡 Datang sekitar pukul 10.00 di hari kerja: kekacauan pagi sudah lewat, akuarium penuh, meja lantai atas kosong. Siapkan dana untuk biaya meja sangcharimbi — itu standar.

Pasar Gukje
국제시장
Pasar Gukje
Foto: Ahmed / Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0

Jaringan gang luas yang didirikan para pengungsi Perang Korea, kini menjual segalanya dari baju vintage sampai pisau dapur — dengan gang makanan legendaris yang menyajikan yubu-jeongol dan bibim-dangmyeon di sela-selanya.

💡 Gang makanan penuh sesak saat jam makan siang; datanglah sebelum pukul 11.30 atau setelah pukul 14.00. Pesan bibim-dangmyeon dan yubu-jeongol sekaligus — pedagang sudah hafal kombinasi itu.

BIFF Square
BIFF광장

Bekas plaza festival film di Nampo-dong, kini lebih terkenal karena lapak hotteok-nya. Di sinilah ssiat hotteok lahir — versi isi aneka biji yang menjadi jajanan Busan paling banyak ditiru.

💡 Antreannya terlihat menakutkan tapi bergerak cepat. Terima gelas kertas dan sarung tangan yang disodorkan — luka bakar gula merah leleh adalah ritual wajib di Busan.

Pasar Malam Bupyeong Kkangtong
부평깡통야시장
Pasar Malam Bupyeong Kkangtong
Foto: User:Altostratus / Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0

Pasar malam resmi pertama di Korea, di lorong beratap yang julukan 'kaleng'-nya berasal dari perdagangan makanan kaleng Amerika pascaperang. Mulai sekitar pukul 19.30, gerobak menyajikan hidangan klasik Korea berdampingan dengan jajanan mancanegara.

💡 Porsinya memang sengaja kecil — ajak teman, beli satu dari tiap lapak, dan bawa uang tunai. Malam hari kerja jauh lebih santai daripada Jumat dan Sabtu.

Gang Jokbal Bupyeong
부평동 족발골목

Deretan rumah makan berumur puluhan tahun di samping Pasar Bupyeong yang menjadikan naengchae-jokbal — kaki babi rebus dingin dengan ubur-ubur dan saus mustard — sebagai hidangan khas Busan.

💡 Pesan piring campur: jokbal hangat plus naengchae dingin dalam satu piring. Porsi sedang cukup untuk berdua beserta minumannya.

Pasar Tradisional Haeundae
해운대전통시장
Pasar Tradisional Haeundae
Foto: 부산광역시 / Wikimedia Commons · KOGL Type 1

Lorong pasar beratap satu blok dari Pantai Haeundae — lapak eomuk, wajan hotteok, kios buah, dan rumah makan gomjangeo (hagfish) panggang arang yang tetap ramai lama setelah pantai sepi.

💡 Datangi dengan rambut masih basah langsung dari pantai seperti warga lokal. Kuah eomuk gratis kalau Anda beli kue ikannya — pegang gelasnya dengan dua tangan.

💡 Tips kilat

Tanya jawab

Bisakah saya bayar dengan kartu di pasar-pasar Busan?

Lapak besar dan rumah makan bertempat duduk biasanya menerima kartu, tapi pedagang camilan kecil mengutamakan tunai. Bawalah ₩30,000–50,000 dalam pecahan kecil per orang untuk sehari keliling pasar. ATM banyak di dekat pintu masuk utama, meski kartu asing biasanya paling lancar di ATM minimarket sekitar.

Bagaimana cara menawar di Jagalchi kalau saya tidak bisa bahasa Korea?

Tunjuk, tersenyum, dan pakai kalkulator ponsel — pedagang akan mengetik harga dan Anda bisa menawar balik. Tawar-menawar berlaku untuk ikan utuh dan kerang dalam jumlah banyak, bukan makanan matang. Incar diskon kecil atau bonus gratis, bukan potongan dramatis; ini soal hubungan, bukan pertarungan.

Berapa biaya meja di restoran lantai atas Jagalchi?

Namanya sangcharimbi — biaya per orang yang mencakup jasa memasak, nasi, dan lauk pendamping saat Anda membawa naik ikan dari lantai bawah. Ini praktik standar, bukan penipuan. Pastikan besarannya sebelum duduk, dan ingat biaya ini dihitung per orang, bukan per meja.

Kapan pasar-pasar Busan tutup?

Sebagian besar pasar tradisional libur satu atau dua hari tetap tiap bulan — umumnya Selasa atau Minggu tertentu — bukan tutup mingguan. Gedung utama Jagalchi secara tradisional tutup pada Selasa pertama dan ketiga. Pasar malam buka tiap hari, tapi tiap lapak punya hari liburnya sendiri, jadi cek halaman resminya dulu.

Apakah jajanan kaki lima Busan aman dimakan?

Umumnya sangat aman — perputaran dagangannya cepat dan semuanya dimasak di depan mata Anda. Pilih lapak ramai yang diantre warga lokal, makan yang disajikan panas, dan Anda akan baik-baik saja. Ikuti rombongan anak sekolah berseragam; radar mereka paling akurat di kota ini.

Busan ala lokal lainnya